Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Februari 22, 2013

Sejarah Mata Uang Indonesia Rupiah

Februari 22, 2013
0 komentar





Pernah berpikir mengapa mata uang Indonesia harus Rupiah?
Pasti Anda pernah tersirat di pikiran akan hal ini.
Nahh.. Kali ini mari kita bahas ulasan mengenai asal usul rupiah yang notabene menjadi nama mata uang Indonesia.

Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Sejak tahun 1818, diperkenalkan mata uang Gulden Hindia-Belanda. Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia II, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang Rupiah Jawa sebagai pengganti.

Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu.
Pada 8 April 1947, Gubernur Propinsi Sumatera mengeluarkan rupiah URIPS-Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera.

Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto.

Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi diperdagangkan dengan penalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi.

Satuan di bawah rupiah

Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial. Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.

*sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
*cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
*peser, setengah sen
*pincang, satu setengah sen
*gobang atau benggol, dua setengah sen
*ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
*picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
*tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)

Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah ? tali.

Satuan di atas rupiah

Terdapat 2 satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.
Ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya)..
Kupang, setengah ringgit.

read more

Inilah Sejarah Mengapa 1 Menit = 60 Detik

0 komentar





Pernahkah kita bertanya tanya dan penasaran mengapa, 1 menit harus 60 detik, dan 1 jam 60 menit, kenapa harus 60 ? Ternyata ada sejarahnya lho.

Simak penjelasan lengkapnya..

Bilangan 60 digunakan untuk menyatakan waktu, sejam 60 menit, semenit 60 detik. Bilangan 60 ini digunakan pertama kali oleh bangsa Sumeria, jadi mereka berhitung dengan basis 60 atau disebut juga Sexagesimal.

Alasan kenapa digunakan bilangan 60 adalah bilangan ini bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh enam angka pertama yaitu: 1,2,3,4,5,6.

Jadi dengan mudah kita bisa terbayang: 1/2 jam = 30 mnt, 1/3 jam = 20 menit, 1/4 jam = 15 menit, dst. Bayangkan kalau satu jam = 100 menit, berarti 1/3 jam = 33,333 mnt??? Kalo kata orang, itu ngga bunyi.

Kalo kata matematisnya, 60 itu highly composite number, atau bilangan yang angka pembaginya/faktornya banyak, yaitu 1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60.

Detik
Detik atau second adalah satuan waktu dalam SI (Sistem Internasional, lihat unit SI) yang didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin.

Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60 dari satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.

Sejarahnya
Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "second minute" (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai "prime minute" (menit perdana) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang.

Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit.

Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60).

Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.

Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu.

Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb's Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad ke-18 dan 19.

Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris.

Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures ke sebelas di tahun 1960. Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris.

Waktu Ephemeris (Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton.

Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris.

Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom.

Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai

Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133.

Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris. Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat

Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.

Setiap orang wajib tahu waktu, oleh karena itu mari kita pelajari konversi atau perubahan waktu berikut ini:

1 Detik = Sama Dengan Seper 60 Menit (1/60 Detik)
1 Menit = Sama Dengan 60 Detik
1 Jam = Sama Dengan 60 Menit
1 Jam = Sama Dengan 3.600 Detik
1 Hari = Sama Dengan 24 Jam
1 Hari = Sama Dengan 1.440 Menit
1 Hari = Sama Dengan 86.400 Detik
1 Minggu = Sama Dengan 7 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 28 Sampai 31 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 4 Minggu
1 Caturwulan Atau Cawu = Sama Dengan 4 Bulan
1 Semester = Sama Dengan 6 Bulan
1 Tahun = 365 Sama Dengan Hingga 366 Hari
1 Tahun = Sama Dengan 12 Bulan
1 Dasawarsa = Sama Dengan 10 Tahun
1 Abad = Sama Dengan 100 Tahun

read more

Februari 11, 2013

Sholat Safar

Februari 11, 2013
0 komentar

Assalamualaikum
Piye kabare, cung. apik-apik wae tho. saiki aku arep mosting tentang sholat safar. Apa kuwi sholat safar ?. Piye carane. Kanggo sing arep lungo adoh,  ra ana salahe maca artikel iki. pinarak riyin.
I. Pengertian Sholat Safar
Sholat Safar adalah sholat sunah 2 roka'at yang dikerjakan ketika akan bepergian


II.Tata caranya
Cara mengerjakannya sama dengan cara mengerjakan shalat fardhu. Perbedaannya hanyalah pada niat Lafal niatnya adalah:
Bilamana mau berangkat :
USHALLII  RAK’ATAINI  LI  IRAADATIS  SAFARI SUNNATAN LILLAAHI  TA’AALAA.
“Aku (niat) shalat 2 rakaat karena hendak bepergian jauh sunat karena Allah Ta’ala.”
Bilamana mau pulang dari bepergian :
USHALLII RAK'ATAINI LI RUJU'IS SAFARI SUNNATAN LILLAHI TA'AALAA
Adapun surat yang dibaca, setelah membaca surat Al-Fatihah, pada rakaat pertama adalah surat al-Kaafiruun, dan pada rakaat kedua surat al-Ikhlash. Atau pada rakaat pertama surat al-Falaq dan pada rakaat kedua surat an-Naas. Setelah memberi salam dilanjutkan membaca Ayat Kursi, dan disambung dengan surat al-Quraisy. Setelah itu baru membaca doa . 
ALLAAHUMMA BIKA ASTA ‘IINU WA ‘ALAIKA ATA-WAKKALU. ALLAAHUMMA DZALLI LII SHU’UUBATA AMRII, WA SAHHIL ‘ALAYYA MASYAQQATA SAFARII, WARZUQNII MINAL KHAIRI AKTSARA MIMMAA ATHLUBU WASHRIF ‘ANNII KULLA SYARRIN. RABBISHRAH LII SHADRII, WA YASSIR LII AMRII. ALLAAHUMMA ASTAHFIZHUKA WA ASTAUDI’UKA NAFSlI WA DIINII WA AHLII WA AQAARIBII WA KULLA MAA AN’AMTA ‘ALAYYA WA ‘ALAIHIM BIHI MIN AAKHIRATIN WA DUNYAA, FAHFAZHNAA  AJMAIINA MIN KULLI SUU’IN  YAA KARIMU.
“Wahai Allah!’ Kepada Engkaulah aku memohon pertolongan, dan kepada Engkau pulalah aku berserah diri. Wahai Allah! Sederhanakan (mudahkan)lah kesulitan urusanku, mudahkanlah kesukaran perjalananku berilah aku rezeki berupa kebaikan lebih banyak daripada yang aku minta, dan hindarilah aku dari setiap kejahatan. Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan permudahlah urusanku! Wahai Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada Engkau, dan aku titipkan kepada Engkau diriku, agamaku, keluargaku, kerabatku, dan segala sesuatu yang Eng¬kau berikan kepadaku dan kepada mereka sebagai nikmat,baik berupa nikmat keakhiratan maupun keduniaan. Oleh karena itu peliharalah kami semua dari setiap kejahatan, wahai Zat Yang Maha Mulia!”

Jika telah selesai membaca doa tersebut, maka ketika bangun bacalah:
ALLAAHUMMA ILAIKA TAWAJJAHTU, WA BIKA’-TASHAMTU. ALLAAHUMMAKFINII MAA HAMMANII WA MAA LAA AHTAMMU LAHU. ALLAAHUMMA ZAWWIDNIT TAQWAA, WAGHFIR LII ZAMBII WAWAJJIHNII LILKHAIRI AINAMAA TAWAJJAHTU.
“Wahai Allah! Hanya kepada Engkaulah kuhadapkan wajahku, dan hanya kepada Engkau pula aku berlindung.Wahai Allah! Cukupkanlah aku akan sesuatu yang menyusahkanku dan yang aku tidak merasa susah karenanya. Wahai Allah! Bekalilah aku dengan takwa, ampunilah dosaku, dan arahkanlah aku pada kebaikan ke mana saja aku menuju.”

III. Hadist yang menerangkannya


"Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW Bersabda :' Apabila engkau keluar dari rumahmu, hendaklah engkau sholat dua roka'at, maka sholat itu akan memeliharamu dari keluarnya keburukan. Dan apabila engkau masuk ke rumahmu, hendaklah engkau sholat dua roka'at, maka sholat itu akan memeliharamu dari masuknya keburukan


Wes semene wae ya, cung. sesuk wae nggawe postingan maneh, sek ya
Wassalamu'alaikum

read more